Dosen Pascasarjana UIN Mataram, Prof. Dr. H. Fakhrurrozi, M.A., dikukuhkan sebagai Guru Besar pada bidang Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN Mataram berdasarkan SK Menristekdikti RI Nomor 12968/M/KP/2019 tentang penetapan H. Fakhrurrozi sebagai Profesor/ Guru Besar dalam bidang Ilmu Dakwah dan Komunikasi. Pengukuhan Guru Besarnya diselenggarakan pada hari Rabu (19/6/2019) di halaman Auditorium UIN Mataram.

Prosesi pengukuhan berlangsung dalam rapat senat yang disaksikan oleh orang tua, kedua mertua, anak istri, keluarga besar dari Penendem dan Bagik Nyala, disaksikan juga oleh guru-guru beliau dari SDN 2 Penendem, MTs NW Jurang jaler, MA-PK Mataram, Masyaikh Ma’had DQH NW, dosen-dosen S1, S2 dan S3, Pimpinan ormas NU,Muhammadiyah dan NW, pejabat Daerah Provinsi NTB, Anggota DPRD NTB, para tokoh agama-masyarakat. Mereka hadir sebagai saksi sejarah perjalanan karir  untuk memberikan ucapan selamat secara langsung.

Dalam pidato pengukuhan yang berjudul Model Dakwah Moderasi Islam di Tengah Pluralitas umat: Kontruk Teoritis dan Praksis, Fakhrurrozi dalam orasi Islmiahnya  mengkategorisasikan ekspresi keber-Islam-an  masyarakat Indonesia dan menggambarkan model dakwah moderasi Islam di tiga Ormas Islam yaitu Nahdlatul Ulama’, Muhammadiyah dan Nahdlatul Wathan.

Menurut Fahrurrozi ada tiga belas varian keberagamaan masyrakat Islam Indonesia, yaitu Islam Aktual, Islam Fundamentalis, Islam Emansipatoris, Islam kultural, Islam Liberal, Islam Modernis, Islam Pluralis, Islam radikal, Islam Rasional, Islam Revivalis, Islam Spiritualis-Sufistik, Islam Transformatif dan Neo-Modernisme Islam. Konteksnya dengan da’wah Islam dan organisasi, Fakhrurrozi juga memberikan gambaran tiga model dakwah moderasi Islam ala organisasi Muhammadiyah, NU dan NW di Indonesia. Yaitu Muhammadiyah dengan model Islam berkemajuan Nahdlatul Ulama’ dengan model Islam Nusantara dan Nahdlatul Wathan dengan Islam Pancalogi Moderasi Islam.

Mengahiri pidato orasi ilmiahnya, H. Fakhrurrozi menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang memberikan kontribusi keberhasilannya; kepada Kemenag RI, Kemenristekdikti, rector UIN Mataram yang sedang menjabat dan rektor-rektor sebelumnya, dekan seluruh fakultas UIN Mataram khususnya Dekan fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, direktur Pascasarjana UIN mataram, stakeholder dan civitas akademika UIN Mataram dan seluruh tamu undangan.

Secara khusus beliau dedikasikan gelar Guru Besarnya kepada keluarga terdekat Ibunda beliau Baiq Samidah yang masih hidup berumur 80 tahun sedangkan ayah beliau Guru Dahlan Asnawi sudah meninggal semasa beliau masih kecil. Seketika air mata beliau berlinang dan terdengar isak tangis terharu bahagia bercampur sedih yang juga membuat semua undangan tersentuh dan tanpa terasa air mata bercucuran mendengar tangisan jiwa haru pilu ratapan seorang anak pada ibu dan bapaknya. Terlebih H. Fakhrurrozi kecil yatim miskin yang dulu masuk panti asuhan Assunnah JUrang jaler kerena tiada biaya, kemudian masuk MAPK-N Mataram kerena prestasi dan gratis, dengan tekad dan nekat beliau melanjutkan pendidikan tinggi hingga S3 walau tertatih-tatih. Perjalan hidup belaiu ini beliau sampaikan secara terisak-isak semakin membuat suasana haru biru.

Terakhir H. Fakrurrozi menyampaikan ucapan kasih sayang kepada istrinya tercinta HALIMI ASTUTI, A.Md. Kep. S.Pd.I., M.Pd.I. dan anak-anak beliau Ahamad Rabbi Roziqi, Alfaina Aisyah Sakiena dan Elzamna Hilamr Roziqi yang selama ini ikhlas menerima segala keadaan. Semoga semua itu menjadi catatan amal jariyah dan goresan sejarah yang menjadi cerita khusus kepada ketiga anak beliau untuk dapat meraih prestasi yang setiggi-tingginya di masa depan. Amin Ya robbal alamin. Wallohua’lam.