Berita Humas: Pleno Asesor Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) Kemenristekdikti di Yogyakarta belangsung selama dua hari, Kamis-Jum’at, tanggal 21-22 Maret 2019. Dalam kesempatan itu hadir para asesor jurnal bidang substansi artikel jurnal yang berasal dari berbagai perguruan tinggi baik yang berada di bawah Kemenristekdikti maupun Kemenag. Dr Lukman selaku Kasubdit Fasilitasi Jurnal Kemenristekdikti menegaskan bahwa jumlah jurnal yang terdaftar mencapai ribuan namun belum semua terakreditasi. Sebelum berlakunya sistim Sinta (science and technology index), sistim akreditasi manual, yaitu dengan melengkapi borang dan berkas hardcopy serta kriteria akreditasi ke dalam A, B dan C. Namun kini, setelah akreditasi online, dimana semua jurnal wajib terbit secara daring, maka akreditasi berbasis online dan kriteria akreditasi disesuaikan. Ada 6 kriteria akreditasi online ini, yaitu Sinta 1 (S1), Sinta 2, Sinta 3, Sinta 4, Sinta 5 dan Sinta 6. Karena jumlah jurnal terkareditasi baru sedikit, maka program-program pembinaan jurnal baik isi maupun menejemen pengelolaan terung digalakkan oleh Kemenristekdikti. Kini, setelah program berjalan, banyak jurnal yang mengajukan akreditasi baru maupun perpanjangan. Dari setiap bulan, lanjut Pak Dr. Lukman, ada pengajuan baru untuk akreditasi jurnal. Di sinilah peran asesor menilai kelayakan jurnal-jurnal tersebut. Di antara asesor dari Kemenag yang hadir dalam Rapat Pleno tersebut antara lain adalah Dr. Phil. Khoirun Niam, Pimred Jurnal Indonesian Islam (JIIS) Universitas Islam Negeri Surabaya, Mohamad Abdun Nasir, Ph.D. Pimred Ulumuna Universitas Islam Negeri Mataram, Dr Erie Hariyanto, Pimred Jurnal Ahkam Institut Agama Islam Negeri Madura dan Dr Martin Kustati, Pimred Jurnal al-Ta’lim dari Universitas Islam Negeri Padang.